Mobil yang dilengkapi denga turbocharger terbukti performanya menjadi lebih dahsyat.
Efek itu terjadi karena sistem ini memompa lebih banyak udara ke dalam
mesin. Tak sekadar memompa udara, sistem turbocharger bertugas
menyuplai udara bertekanan tinggi sehingga menjadi lebih homogen dan
terbakar dengan sempurna di dalam ruang bakar. Efek-efek inilah yang
memperbesar output tenaga yang dihasilkan mesin.
Tapi ingat, jika sehabis berkendara dengan kecepatan tinggi atau
melibas medan menanjak, mengangkut beban berat misalnya, jangan
langsung mematikan mesin mobil. Setelah parkir di tempat tujuan,
biarkan mesin dalam posisi idle selama 1 sampai 2 menit. Setelah itu
baru putar kunci kontak ke posisi OFF.
Begitulah salah satu bentuk perawatan mesin turbo. Dengan jeda
sejenak sebelum mesin dimatikan, maka kita memberi kesempatan pada
komponen-komponen dalam sistem turbocharger mengalami proses
pendinginan. Mesin idle memungkinkan oli mesin melumasi logam-logam
yang baru saja bekerja keras.
Namun, jika turbocharger pada mesin mobil sudah dilengkapi
dengan turbo timer, otomatis langkah di atas tidak signifikan lagi. mesin bisa langsung dimatikan. Pendinginan tetap berlangsung
karena meskipun kunci kontak telah kita putar ke posisi OFF, sebetulnya
mesin tetap berputar sampai beberapa saat. Timer inilah yang
menghentikan putaran ketika turbocharger telah cukup dingin.
Dampak sistem turbocharger yang tidak mengalami pendinginan cukup
parah. Yang akan mengalami kerusakan adalah turbin wheel (jika
sistemnya masih yang memanfaatkan panas gas buang), karena komponen
inilah yang paling banyak menerima panas. Akibat kerusakan tersebut,
turbocharger tidak dapat mendongkrak performa mesin.
Agar turbocharger tetap dapat menjalankan tugasnya, selain perlunya
idle bagi yang tidak dilengkapi timer, 2 poin penting lain yang harus
kita perhatikan adalah:
- Lakukan penggantian oli mesin secara teratur.
- Gunakan oli dengan kualitas yang baik sesuai dengan rekomendasi manufaktur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar