Banyak hal sepele yang kadang tidak diperhatikan manusia yang
berpotensi menimbulkan kecelakaan. Kecelakaan kadang terjadi bukan
disebabkan oleh kesrusakan besar pada mesin atauakibat bencana alam,
tetapi oleh hal kecil yang banyak orang meremehkannya. Contoh paling
mudah adalah mengecek tekanan ban secara rucin. Pengecekan rutin
idealnya paling tidak dua minggu sekali. banyak sekali pemilik mobil
yang meremehkan hal ini.
Setelah memilih ban untuk mobil makafaktor lain yang perlu diperhatikan
adalah tekanan ban. Hal ini sangat berpengaruh pada keadaan mobil dan
keselamatan berkendara. Tekanan ban yang tidak sama antara satu dan yang
lainnya dapat mengakibatkan salah satu ban pecah akibat tidak
seimbangnya beban. halini dapat terjadi pada saat mobil melaju dengan
kencang. Tentunya dengan kecepatan yang tinggi dan mengalami pecah ban
maka kecelakaan dapat berakibat fatal. Selain pecah ban dengan tekanan
ban yang tidak seimbang dapat mengakibatkan handling menjadi kacau.
Untuk menghindari kecelakaan, sebaiknya melakukan pengecekan tekanan ban
secara rutin minimal dua minggu sekali. Jangan meremehkan hal ini, karena
resikonya terlalu besar. Waktu yang dibutuhkan kadang tidak sampai 5 menit.
Alasan lain untuk melakukan pengecekan rutin tekanan ban adalah menjaga
kondisi ban sehingga lebih awet. Tekanan ban yang kurang terlebih lagi jika
mobil sering melewati jalan berlubang akan merusak ban dengan cepat. Ban yang
rusak akan mempengaruhi kenyamanan saat berkendara karena ban yang sudah tidak
rata permukaannya akan menghasilkan suara saat bergesekan dengan aspal dan
membuat rasa tidak nyaman di dalam kabin.
Produsen biasanya telah melakukan riset tentang kondisi jalan di Indonesia
untuk tekanan ban yang sesuai. Isilah angin sampai tekanan yang sesuai dengan
standar untuk meminimalisir kerusakan pada ban. Tekanan ban yang biasa
digunakan adalah berkisar pada 30-32psi. Biasanya produsen dan dealer ban akan
memberikan saran untuk melakukan pengecekan tekanan ban rutin.
Banyak sekali ban mobil di Indonesia yang cepat kehilangan tekanan ban
karena mereka mengisi angin dipinggir jalan yang mengandung air. Hal ini
disebabkan kompresor yang digunakan terisi air sehingga cipratan air dapat
masuk kedalam ban saat pengisian angin. Adanya air dalam ban dapat mengurangi
tekanan ban secara cepat karena saat udara panas, terutama saat mobil di parkir
dibawah terik matahari, air dalam ban akan menguap.
Solusi untuk mengatasi masalah air dalam ban adalah mengisi angin dengan
nitrogen yang merupakan gas murni. Saat diisi dengan gas murni, maka tidak akan
terjadi penguapan air yang akan mengurangi tekanan ban secara signifikan.
Mengisi angin dengan gas nitrogen akan membuat tekanan ban stabil lebih lama
dan membuat ban lebih awet, walaupun biaya mengisi anginnya lebih mahal.
Selain tekanan ban, ban bisa cepat rusak akibat tidak benarnya balancing dan
spooring.Jalanan di Indonesia biasanya membuat balancing mobil cepat berubah
yang membuat umur ban menjadi pendek. Pengecekan rutin terhadap balancing dan
spooring mobil sangat penting untuk dilakukan saat mobil telah mencapai jarak
tempuhan 20.000-25.000 km.
Selain itu, jenis jalan yang dilalui juga berpengaruh
terhadap kondisi ban. Kontur jalanan beton yang lebih kasar dapat merusak ban
dengan cepat akibat gesekan yang mengikis ban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar